๏ Life Sabtu, 27 Mei 2023 - 0749 WIB Olret โ Dalam pernikahan ada 3 prinsip yang selalu diupayakan oleh setiap pasangan, yaitu keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Keluarga yang di dalamnya dapat dirasakan ketentraman hidup, Juga berharap pada rasa kasih dan sayang yang selalu menyelimuti keluarga yang akan lebih dari itu, ternyata dalam pernikahan juga harus menyamakan visi dan misi dalam menyamakan karakter atau sifat, tapi keluarga yang terencana akan berupaya untuk saling mendukung dan mencapai tujuan dalam menjalin hubungan keluarga, yaitu yang utama adalah sama sama mencari ridho Allah SWT. sehingga keluarga yang dibangun bisa langgeng dan termasuk dalam keluarga penghuni surga Allah kelak. Meskipun Allah Menjodohkan Sifat Dan Karakter Pasangan Seperti Langit dan Bumi. Namun Tetap Punya Satu Visi Dan Misi Yaitu Sama Sama Mencari Ridho Allah Jodoh itu rahasia Allah. Bagaimana rupanya, sifatnya dan karakternya hanya Allah yang Maha Tahu. Dan kita sebagai hamba hanya bisa berdoa dan berikhtiar semoga jodoh terbaik yang Allah misalnya, kadang kita mendapatkan jodoh yang ternyata karakter dan sifatnya berbanding terbalik. Saat kita lemah lembut, kita mendapatkan pasangan yang keras dan tegas, dan lain sebagainya. Karena seyogyanya jodoh adalah saling melengkapi segala kekurangan dan kelebihan pastikan bagaimanapun sifat dan karakter jodoh pilihan Allah, usahakan untuk membangun keluarga yang punya visi misi yang sama. Salah satunya adalah berupaya untuk sama sama mencari Ridho Allah. Halaman Selanjutnya Mencari Ridho Allah pun Adalah Jalan Hidup Yang Harus Di Prioritaskan Baik Sebelum Menikah Apalagi Setelah Menikah, Karena Hidup Memang Merupakan Sebuah Ibadah
Cara Mendapat Ridha Allah SWT. Amal baik karena Allah SWT ilustrasi JAKARTA - Pimpinan Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Quran, Bandung Ustadz Teguh Turwanto, menyampaikan tentang bagaimana Allah menanamkan rasa kasih sayang kepada seorang hamba, dijelaskan dalam surah Maryam ayat 96. ุฅูููู ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ููุนูู ููููุง ุงูุตููุงููุญูุงุชู ุณูููุฌูุนููู ููููู ู ุงูุฑููุญูู ููู ููุฏููุง "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang." Ustadz Teguh mengatakan, bahwa Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang. "Bahwa wuddan itu artinya kasih sayang," katanya. Usman ibnu Affan pernah mengatakan tidak ada seorang hamba pun yang beramal baik atau amal buruk, melainkan Allah memakaikan kepadanya buah dari amal perbuatannya yang melekat pada tubuhnya bagai kain selendang. Dari penjelasan tafsir di atas, kita bisa mengambil ibrah pelajaran bahwa begitu dahsyatnya cinta Allah kepada hamba-Nya, sudah sepantasnya kita agar selalu mencari dan memburu ridha-Nya, bukan memburu ridha keridhaan yang lain. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Hal yang berat dalam hidup ini adalah memulai sesuatu. Tetapi ada juga yang tidak kalah berat yakni berusaha kontinu melakukan usahanya." " Kerja ikhlas adalah membersihkan niat semata-mata untuk mencari ridho Allah." " Jalan untuk mendapatkan kesuksesan memang banyak. Tetapi untuk mendapatkan harta yang berkah kamu perlu๏ปฟManusia diciptakan oleh Allah dalam wujud sebaik-baik bentuk. Manusia mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda sehingga menimbulkan perilaku yang berbeda-beda pula. Dari perilaku tersebut ada segolongan orang yang tekun dalam melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Ada yang sebaliknya perintah Allah ditinggalkan larangan Allah dilaksanakan. Dan ada lagi yang tidak membedakan anatara perintah dan larangan, asalkan diri dan kelompoknya merasa diuntungkan tetap dilaksanakan. Karena itu untuk meluruskan tentang hakekat diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Untuk lebih jelasnya secara garis besar kami tulis dalam khutbah Jum'at ุฃููุญูู ูุฏููููููฐูู ุงูููุฐูู ุฃูููููู ุจูุงููุงูุณูููุงู ู ุจููููู ููููููุจู ุงููู ูุคูู ููููููู, ููุงูููุฐูู ุงูููุฌูุจู ุจูุงููุงูุชููุญูุงุฏู ููุญูุฑููู ู ุงูุชููููุฑูููู ููู ููุชูุงุจููู ุงููู ูุจููููู. ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุงูููฐูู ุงููููุง ุงูููู ููุฏูฐู ู ููู ุดูุขุกู ุงูููู ุงูุตููุฑูุงุทู ุงููู ูุณูุชูููููู ู. ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ุณููููุฏููุงู ู ูุญูู ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุฎูููุฑูุฏูุงุนู ุงูููู ุงูุทููุฑููููู ุงููููููููู ู. ุฃูููููฐููู ูู ุตูููู ููุณูููู ู ููุจูุงุฑููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏู ููุนูููู ุงูฐูููู ููุฃูุตูุญูุงุจููู ููุณููููู ู ุชูุณูููููู ูุง ููุซูููุฑูุง ุฃูู ููุงุจูุนูุฏู ููููุง ุนูุจูุงุฏู ุงูููู ุฃูููุตูููููู ู ููููููุณูู ุจูุชูููููู ุงูููู ููููุฏู ููุงุฒู ุงููู ูุชูููููููู Kaum muslimin jemaโah Jumโah Rahimakumullah Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, yaitu dengan berupaya untuk menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Karena dengan ketaatan inilah, kita akan dikelompokkan dalam golongan orang-orang yang akan mendapat syafaโat dari Allah SWT. Bila kita mengikuti sejarah perjuangan hidup manusia, para ilmuan menganalisis tentang hakekat dan tujuan hidup manusia, ada faham yang berpendapat bahwa hidup ini hanya didunia saja, tidak ada kehidupan akherat dengan demikian maka tujuan hidup manusia hanya bersifat keduniawian, seperti faham materialisme, sosialisme, hedonisme. Dan kehidupan dunia hanya untuk mendapatkan kesenangan didunia saja. Namun bagi orang yang beragama berkeyakinan, bahwa setelah kehidupan dunia akan ada kehidupan lagi, yaitu alam barzah dan alam akhirat yang merupakan hakekat kehidupan dunia. Dengan demikian Islam sebagai agama samawi menegaskan bahwa kehidupan manusia adalah untuk beribadah untuk mendapatkan ridha Allah. Allah SWT memberikan petunjuk bahwa kehidupan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya โDan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Kuโ. QS. Adz-Dzariyat 56 Dalam ayat tersebut Allah menegaskan bahwa penciptaan menusia mempunyai tujuan agar manusia menyembah kepada-Nya. Beribadah kepada Allah bukan berarti meninggalkan kehidupan duniawi, tetapi yang hendaknya diperhatikan bahwa kehidupan duniawi bukanlah menjadi tujuan hakiki kehidupan manusia. Karena tujuan hakikinya adalah untuk mencapai keridhaan Allah. Jadi segala bentuk amal perbuatan manusia yang didasarkan pada Alquran dan hadits nabi Muhammad SAW adalah merupakan ibadah. Allah memerintahkan untuk menyembah kepadan-Nya, sekalipun Allah memerintahkan untuk menyembah kapada-Nya. Akan tetapi hubungan antara hamba dengan khaliq bukanlah seperti hubungan antara majikan dengan para buruhnya. Dimana majikan yang menggaji para buruhnya dan majikan membutuhkan bantuannya. Dengan kata lain antara majikan dan buruh terjadi hubungan saling memberi dan menerima. Majikan memberikan gaji dan karyawan memberikan jasa. Majikan menerima hasil, karyawan menerima gaji dan seterusnya. Tetepi Allah memberi tidak akan meminta bantuan mereka untuk suatu kemanfaatan atau kemudharatan dan tidak pula menghendaki rizki. Dalam ayat selanjutnya Allah SWT menerangkan โAku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokohโ. QS. Azd-Dzariyat 57-58 Bahkan dalam hadits disebutkan sakalipun seluruh alam menyembah dan memuji keagungan Allah, niscaya tidak akan menambah keagungan Allah, sebaliknya seluruh alam berpaling dari Allah tidak akan mengurangi kekuasaan dan keagungan Allah. Allah memberikan peringatan bahwa tujuan Allah menciptakan adalah agar manusia beribadah dan menyembah kepadanya. Dan dalam kehidupan dunia manusia diberikan pilihan untuk taat terhadap perintah Allah atau ingkar terhadap perintah Allah. Segala amal baik akan menerima balasan kebaikan di dunia dan di akhirat, sebaliknya amal buruk akan menerima siksa baik di dunia maupun diakhirat. Kaum muslimin jemaโah Jumโah Rahimakumullah Berkaitan dengan amal perbuatan manusia Allah berfirman yang disebutkan dalam hadits Qutsi ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููุง ุงุจููู ุขุฏูู ู ุชูููุฑููุบู ููุนูุจูุงุฏูุชููู ุฃูู ูููุฃู ุตูุฏูุฑููู ุบูููู ููุฃูุณูุฏูู ููููุฑููู ููุฅููููุง ุชูููุนููู ู ูููุฃูุชู ุตูุฏูุฑููู ุดูุบูููุง ููููู ู ุฃูุณูุฏูู ููููุฑููู ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ Artinya Rasulullah bersabda "Allah SWT berfirman "Wahai anak Adam, luangkanlah waktu untuk beribadah kepada-Ku niscaya Ku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Ku tutupi kefakiran, dan jika engkau tidak berbuat menyediakan waktu untuk beribadat kepada Ku niscaya akan Ku penuhi dadamu dengan kesibukan keruwetan dan tak akan Ku tutupi kebutuhanmu kefakiran". HR. Ahmad Rasa ketergantungan setiap makhluk akan menentukan jalan hidupnya, tentu saja ketergantungan yang diikuti dengan sikap ketundukan, kepatuhan, berserah diri kepada Allah. Tunduk terhadap perintah Allah diikuti dengan amal shalih. Karena itu sikap khusuโ, tawadhuโ. qonaโah, ridha dan ikhlas dalam menjalan perintah Allah akan meningkatkan kesadaran beragama yang diawali dengan pengalaman beragama. Karena itu mengapa dengan menjalankan ketaatan kepada Allah ada sebagian orang yang merasakan diberikan kelapangan dalam meraih kebahagiaan hidup, rizkinya banyak, anak-anaknya shalih dan shalihah, dapat membina keluarga sakinah. Namun ada juga yang merasa biasa-biasa saja, nyaris tidak ada bedanya antara melaksanakan ketaatn dengan tidak. Hal ini tentulah perlu dievaluasi, karena pengamalan agama hendaknya secara kaffah, bukan setengah-setengah, sebagian kecil saja. Karena itu untuk meraih kebahagian hidup tiada pilihan lain kecuali kita selalu berupaya untuk menyempurnakan tata cara melaksanakan ibadah, jauhkan sifat riyaโ, ujub, kibir dalam menjalankan ibadah. Karena sifat-sfat ini menjadi virus yang akan menggerogoti amal shalih kita. ุจูุงุฑููู ุงูููู ูููู ููููููู ู ููู ุงููููุฑูุขูู ุงููุนูุธูููู ู ููููููุนูููู ููุงููููุง ููู ู ุจูู ูุง ูููููู ู ููู ุงููุงูฐููุงุชู ููุงูุฐููููุฑูุงููุญูููููู ู. ุฃููููููู ููููููู ููฐุฐูุง ููุงุณูุชูุบูููุฑููููู ุฅูููููู ูููู ุงููุบูููููุฑู ุงูุฑููุญูููู ู, ูููููู ุฑููุจูู ุงุบูููุฑู ููุงุฑูุญูู ู ููุฃูููุชู ุฎูููุฑู ุงูุฑููุงุญูู ููููู.
Artinya "Barangsiapa mencari keridhoan dari Allah (saja) meskipun manusia benci kepadanya, niscaya Allah akan ridho kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia ridho kepadanya pula. Dan barangsiapa mencari keridhoan dari manusia dengan membuat Allah murka kepadanya, niscaya Allah akan murka kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia murka kepadanya pula." (HR.
Assalamuโalaikum warahamtullahi wabarakatuh... Sahabatku Shariapreneur. Kami sapa para pengusaha yang membaca buku ini dengan sebutan shariapreneur atau para pengusaha syariah, yaitu mereka yang selalu kami doโakan untuk menjalankan bisnisnya sesuai syariah Allah dan juga menjadi daโi pengusaha yang menyampaikan kepada pengusaha lainnya untuk berbisnis sesuai syariah Allah. Sahabatku, buku hanya bisa menganjurkan hal-hal yang hebat, namun ia tidak pernah bisa melahirkan orang-orang hebat. Orang-orang yang teristimewa dalam ilmu dan amal, termasuk dalam bisnis tidak dilahirkan oleh bertumpuk-tumpuk buku hebat tentang bisnis yang ia baca. Mereka dilahirkan oleh kehidupan. Mereka belajar dan berkembang dari sekolah yang sebenarnya, yaitu sekolah pengalaman hidup terbaik. Baik berupa pengalaman diri pribadinya sendiri maupun pengalaman orang lain. Buku tentang cara berenang memang menguraikan cara dan teknik berenang yang baik dan benar, namun ia tidak dapat menjadikan orang yang tidak bisa berenang selamat dari tenggelam. Jika seseorang ingin bisa berenang, maka ia harus terjun ke air dan belajarlah berenang di dalamnya. Demikian pula mereka yang memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha sukses, ia tidak akan pernah menjadi hebat hanya karena ia membaca berjilid-jilid buku kewirausahaan entrepreneurship atau teknik pengelolaan bisnis yang sukses. Ia akan menjadi seorang wirausahawan yang dahsyat jika ia sudah terjun menjalankan usaha dan merasakan salah dan benar, gagal dan sukses, mencoba dan terus berusaha, belajar dan berlatih hingga ia mencapai kemampuan berbisnis terbaiknya. Namun demikian, sebuah buku tentang bisnis tetap dibutuhkan untuk belajar memahami berbagai hal terkait dengan bisnis sebelum benar-benar terjun ke dalamnya. Karena melalui buku yang benar seseorang dapat memahami konsep bisnis yang benar untuk ia terapkan dalam proses operasional usahanya. Shariapreneur Guiding Book ini disusun di saat begitu terbatasnya buku yang memberikan wawasan dan petunjuk panduan tentang bisnis yang diridhai Allah SWT. Dan juga disekeliling kita terus diliputi oleh bisnis-bisnis yang tidak peduli dengan halal ataupun haram. Saat inilah mungkin zaman yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya โSungguh akan datang kepada manusia masa dimana seseorang tidak lagi peduli dengan cara apa ia mengambil harta, apakah cara itu halal ataukah haramโ. HR. Bukhari Maka, kehadiran Shariapreneur Guiding Book ini menjadi sangat penting khususnya dalam membentuk karakter dan tsaqofah para pebisnis syariโah shariapreneur agar dapat dengan benar menjalankan bisnisnya di atas jalan yang diridhoi Allah SWT. Shariapreneur Guiding Book ini disusun oleh penulis melalui proses pemahaman yang panjang dan praktek konsultasi bisnis syariโah yang telah penyusun jalani selama lebih dari 10 tahun. Shariapreneur Guiding Book ini tidak diklaim sebagai kumpulan panduan terbaik, namun diharapkan menjadi sumbangsih berharga dalam membangun karakter dan tsaqofah para pebisnis syariโah. Menunjukkan hukum-hukum syariโah dalam menjalankan bisnis. Buku ini kami bagi ke dalam 8 buku. Masing-masing buku dapat berdiri sendiri untuk memecahkan persoalan syariโah pada aspek bisnisnya masing-masing. Buku ini Ditulis Oleh Fauxan Al-Banjari dan Diterbitkan secara terbatas oleh KLINIK BISNIS SYARIAH - Banjarmasin - Kalimantan Selatan - Indonesia Selamat menyelami isi buku ini.
RidhoAllah adalah dambaan setiap muslim yang menyadari bahwa itulah harta termahal yang pantas diperebutkan oleh manusia.Tanpa ridho A
Senin, 10 Mei 2021 - 0821 WIB Oleh Hamidah Juariah, Wartawan Kantor Berita MINA Tujuan akhir dari sebuah perjalanan seorang mukmin adalah mencari Ridha Allah Subhanau Wa Taโala. Dengan itu, seorang mukmin akan mudah untuk memasuki surgaNya. Jika hidup di dunia yang diinginkan kesenangan duniawi, Allah akan berikan, namun yang ada akan berujung pada ketidakpuasan, kekecewaan juga penyesalan, jika yang dicari adalah ridha Allah maka akan berujung pada kebahagiaan dan ketentraman hidup. Untuk menggapai Ridha Allah adalah dengan kita melakukan segala amalan yang diperintahkan dan disukai oleh Allah. Dalam sabdanya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan hal-hal yang diridhoi dan dimurkai Allah Subhanau Wa Taโala ุฅูููู ุงูููููู ููุฑูุถูู ููููู ู ุซููุงูุซูุง ููููุณูุฎูุทู ููููู ู ุซููุงูุซูุง ููุฑูุถููููููู ู ุฃููู ุชูุนูุจูุฏูููู ูููุงู ุชูุดูุฑููููุง ุจููู ุดูููุฆูุง ููุฃููู ุชูุนูุชูุตูู ููุง ุจูุญูุจูููุงูููููู ุฌูู ูููุนูุง ูููุงู ุชูููุฑูููููุง ููุฃููู ุชูููุงุตูุญููุง ู ููู ููุงูููู ุงูููููู ุฃูู ูุฑูููู ูููููุณูุฎูุทู ููููู ู ููููู ููููุงูู ููุฅูุถูุงุนูุฉู ุงููู ูุงูู ููููุซูุฑูุฉู ุงูุณููุคูุงูู Artinya โSesungguhnya Allah itu ridha kepada kamu pada tiga perkara dan benci kepada tiga perkara. Adapun tiga perkara yang menjadikan Allah ridha kepada kamu adalah 1 Hendaklah kamu memperibadati-Nya dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, 2 Hendaklah kamu berpegang-teguh dengan tali Allah seraya berJamaโah dan janganlah kamu berfirqah-firqah, 3 Hendaklah kamu senantiasa menasihati kepada seseorang yang Allah telah menyerahkan kepemimpinan kepadanya dalam urusanmu. Dan Allah murka kepadamu tiga perkara, 1 Dikatakan mengatakan mengatakan sesuatu yang belum jelas kebenarannya, 2 Menghambur-hamburkan harta benda, 3 Banyak bertanya yang tidak berfaidah.โ HR Ahmad, Musnad Imam Ahmad dalam Musnad Abu Hurairah, Muslim, Shahih Muslim II/6. Lafadz Ahmad. Dari hadits tersebut, kita dapat melakukan amalan untuk mendapatkan ridha nya Allah dan menjauhi segala yang menjadi murkaNya. Salah satu diantara keistimewaan dari ridha adalah melahirkan rasa tenang dihati kita. Tenang saat menghadapi perkara yang sulit dalam hidup, karena percaya ketika Allah mendatangkan suatu kesulitan pasti akan ada kemudahan. Sebagaimana Firman Allah Al Insyirah ayat 6 ุฅูููู ู ูุนู ุงููุนูุณูุฑู ููุณูุฑูุง Artinya โSesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.โ Dari ayat tersebut, memberikan kabar gembira untuk kita yang tetap optimis ketika berada di saat-saat yang sulit. Ustaz Hanan Attaki, berpesan, jika kita berada di saat yang sulit, hal itu bukan sesuatu yang diinginkan, dan kita tetap ingin ridha, maka katakanlah โSemoga akan ada kebaikan didalam nyaโ. Dengan begitu, kita sudah berprasangka baik kepada Allah, Allah sesuai dengan prasangka hambanya. Apabila sudah berprasangka baik atau buruk, maka kita akan mendapatkan apa yang kita prasangkakan. Saat ini, kita masih berada di bulan suci Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah, berarti kita harus mencari sesuatu yang sekiranya di ridhoi oleh Allah Subhanau Wa Taโala. Seperti, Bulan Ramadhan menjadi bulan diturunkan nya Al Qurโan kita membacanya sebulan penuh, kita sholat tahajud, bersedekah, berbagi kebahagiaan dengan orang yang kekurangan, menjelang akhir Ramadhan kita tingkatkan ibadah kita, yang dengan itu kita menggapai ridha Allah di bulan Ramadhan. Jika bulan Ramadhan, menjadi bulan diijabahkannya doa bagi mereka yang meminta, maka sungguhkan doa kita untuk diri sendiri juga keluarga, dan tak lupa kita doโakan saudara-saudara Muslim yang tertindas oleh musuh-musuh Allah dimanapun berada, untuk selalu diberikan pertolongan. Ridha Allah kepada hambaNya, Ia melihat dan menyukai hambaNya yang menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Rabiโ bin Khutsaim Radiyallahu Anhu berkata โApa saja yang tidak ditujukan untuk meraih Ridha Allah maka akan sia-siaโ. Semoga kita tergolong menjadi hamba yang selalu mencari keridhaan Allah dan menjalankan sesuatu hanya untuk meraih RidhaNya. A/Hju/P2 Miโraj News Agency MINA
ctxwHUb.